Rabu, 22 Juni 2016

PERPUSTAKAAN UBL KRITIK METODE TERUKUR



M E  T  O  D E     K R I T I K
T  E R U K U R

H A K I K A T  M E T O D E K R I T I K  T E R U K U R
Kritik Pengukuran menyatakan satu penggunaan bilangan atau angka hasil berbagai macam observasi sebagai :
    Norma pengukuran digunakan untuk memberi arah yang lebih kuantitatif. Hal ini sebagai bentuk analogi dari ilmu
    Pengolahan melalui statistik atau teknik lain akan mengungkapkan informasi baru tentang objek yang terukur dan
    Bilangan atau standard pengukuran secara khusus memberi norma bagaimana bangunan diperkirakan
    Standardisasi pengukuran dalam desain bangunan dapat berupa :
Ukuran batas minimum atau maksimum, Ukuran batas rata-rata (avarage), Kondisi-kondisi yang dikehendaki
Contoh :  Bagaimana Pemerintah daerah melalui Peraturan Tata Bangunan menjelaskan beberapa sandard yang diijinkan.
    Adakalanya standard dalam pengukuran tidak digunakan secara eksplisit sebagai metoda kritik karena masih
Contoh :
Bagaimana Huxtable menjelaskan tentang kesuksesan perkawinan antara seni di dalam arsitektur dengan bisnis

    Norma atau standard yang digunakan dalam Kritik pengukuran yang bergantung pada  ukuran
Tujuan dari bangunan biasanya diuraikan dalam tiga ragam petunjuk sebagai beikut:
Tujuan Teknis ( Technical Goals)
Kesuksesan bangunan dipandang dari segi standardisasi ukurannya secara teknis
Contoh :
Sekolah, dievaluasi dari segi pemilihan dinding interiornya. Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah :
1.      Stabilitas Struktur
                    Daya tahan terhadap beban struktur
                    Daya tahan terhadap benturan
                    Daya dukung terhadap beban yang melekat terhadap bahan
                    Ketepatan instalasi elemen-elemen yang di luar sistem

2.      Ketahanan Permukaan Secara Fisik
                    Ketahanan permukaan
                    Daya tahan terhadap gores dan coretan
                    Daya serap dan penyempurnaan air

3.      Kepuasan Penampilan dan Pemeliharaan
                    Kebersihan dan ketahanan terhadap noda
                    Timbunan debu

Tujuan Fungsi ( Functional Goals)
Berkait pada penampilan bangunan sebagai lingkungan aktifitas yang khusus maka ruang harus dipenuhi melalui penyediaan suatu area yang dapat digunakan untuk aktifitas
Pertimbangan yang diperlukan :
• Keberlangsungan fungsi dengan baik
• Aktifitas khusus yang perlu dipenuhi
• Kondisi-kondisi khusus yang harus diciptakan
• Kemudahan-kemudahan penggunaan,
• Pencapaian dan sebagainya.

Tujuan Perilaku ( Behavioural Goals)

Bangunan tidak saja bertujuan untuk menghasilkan lingkungan yang dapat berfungsi dengan baik tetapi juga lebih kepada dampak bangunan terhadap individu dan Kognisi mental yang diterima oleh setiap orang terhadap
kualitas bentuk fisik bangunan. Behaviour Follow Form
           Lozar (1974), Measurement Techniques Towards a Measurement Technology in Carson, Daniel,(ed) “Man- Environment Interaction-5” Environmental Design Research Association, menganjurkan sistem klasifikasi ragam elemen perilaku dalam tiga kategori yang relevan untuk dapat memandang kritik sebagai respon yang dituju :
Persepsi Visual Lingkungan Fisik
           Menunjuk pada persepsi visual aspek-aspek bentuk bangunan. Bahwa bentuk-bentuk visual tertentu akan berimplikasi pada kategori-kategori penggunaan tertentu.
Sikap umum terhadap aspek lingkungan fisik
   Hal ini mengarah pada persetujuan atau penolakan rasa seseorang terhadap berbagai ragam objek atau situasi
           Hal ini dapat dipandang sebagai dasar untuk mengevaluasi variasi penerimaan atau penolakan lingkungan lain terhadap keberadaan bangunan yang baru.
Perilaku yang secara jelas dapat diobservasi secara langsung dari perilaku manusia.
           Dalam skala luas definisi ini berdampak pada terbentuknya pola-pola tertentu (pattern) seperti : Pola pergerakan, jalur-jalur sirkulasi, kelompok-kelompok sosial dsb.
           Dalam skala kecil menunjuk pada faktor-faktor manusia terhadap keberadaan furniture, mesin atau penutup permukaan.
           Teknik pengukuran dalam evaluasi perilaku melalui survey instrumen-instrumen tentang sikap, mekanisme simulasi, teknik interview, observasi instrumen, observasi langsung, observasi rangsangan sensor.



PERPUSTAKAAN UBL
Kriteria yang baik dari sebuah gedung perpustakaan yaitu adanya keterkaitan antara faktor internal dan faktor eksternal perpustakaan. Faktor internal perpustakaan yaitu efektif, efisien, dan aman bagi para pengguna, sedangkan faktor eksternal seperti bencana alam, banjir, gempa bumi, sinar matahari, dan lain-lain.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka English architect Faulkner Brown memberikan dasar perencanaan dan desain perpustakaan agar gedung perpustakaan menjadi berkualitas, yang selanjutnya disebut sebagai “Faulkner-Brown’s Ten Commandments”. Adapun sepuluh hal tersebut adalah sebagai berikut:

1.       Fleksibel terhadap tata letak, struktur, dan layanan yang mudah beradaptasi.


Fleksibel maksudnya adalah bentuk ruang dan peralatan dapat dirubah dan dipindahkan sewaktu-waktu. Khususnya pada ruang baca, ruang petugas, dan ruang pengolahan. Semua dinding-dinding tersebut sebaiknya dinding yang semi permanent atau dapat dibongkar, namun hal ini tidak termasuk pada toilet, tangga, dan lift. Selain itu perpustakaan yang fleksibel juga harus menyediakan ventilasi dan pencahayaan yang cukup.Sesuai dengan standar diatas pada perpustakaan UBL ini mengunakan rak buku dan peralatan yg dapat dirubah dan dipindahkan sewaktu-waktu. Pada ruangan arsip tugas akhir hanya mngnakan dinding partisi/dinding yang semi permanent atau dapat dibongkar. Untuk ventilasi dan pencahayaan sebenarnya perpustakaan ini miliki banyak bukaan namun tidak difungsikan dengan maksimal sehingga pencahayaan didalam krang baik dan karna ventilasi yg tidak difngsikan rangan ini lebih mengunakan AC.

2. Mudah diakses
Accessible (mudah dijangkau) merupakan faktor penting. Baik akses ke seluruh ruang yang ada maupun akses koleksi yang ada di perpustakaan, keduanya harus mudah diakses.
Posisi yang paling mudah dicapai adalah di posisi tengah, karena pada posisi tengah perustaka dari berbagai arah dapat menjangkaunya dengan cepat. Lokasi harus diperhitungkan dengan cermat, yaitu perpustakaan harus ditempatkan dekat dengan jalur sirkulasi utama atau lalu lintas utama.
   
Pintu perpustakaan

Tangga menuju perpustakaan

Perpustakaan yang tidak mudah diakses dikarnakan berada dilantai 2 dan tidak dapat dijangkaunya dengan cepat membuat perputakaan sepi.

3.                 Bervariasi dalam penyediaan ruang pembaca
Variasi suasana perpustakaan sangat penting. Harus ada berbagai suasana untuk mengatasi kebutuhan pengguna yang memiliki motif yang berbeda dan tujuan datang  menggunakan perpustakaan. Misalnya, mereka datang ke perpustakaan untuk belajar, menulis makalah, membaca koran, bertemu teman-teman, browsing dan sebagainya. Untuk memuaskan mereka harus ada beberapa lokasi yang berbeda atau daerah yang disediakan dalam perpustakaan.
Meskipun sebagian besar pengguna perpustakaan universitas adalah mahasiswa, tidak dapat diabaikan bahwa mereka mungkin di sini banyak preferensi yang berbeda mengenai lingkungan mereka. Beberapa suka berteman, sementara lainnya lebih suka privasi, beberapa seperti pandangan, sementara lainnya tidak memerlukan gangguan visual sama sekali. Untuk mengantisipasi ini, memberikan banyak akomodasi tempat duduk bervariasi mungkin sangat membantu. Misalnya, carrels di ceruk untuk diam dan lebih terkonsentrasi membaca, tatap muka duduk akomodasi yang memungkinkan beberapa diskusi, tempat duduk yang nyaman dengan kursi untuk santai dan sebagainya. Hal ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna, tetapi juga menambah warna dan bunga ke interior perpustakaan.

Suasana di perpustakaan





di perpustakaan ini tidak banyak terdapat Suasana, kita hanya akan merasakan kebosanan bila berada di perpustakaan dalam waktu yang lama .

KESIMPULAN
perpustakaan ini belum cukup bail berdasarkan beberapa kriteria namun ada cukup banyak bangunan perpustakaan baik dalam eksistensi berdasarkan keriteria yang baik untuk membuktikan relevansi dan nilai dalam perencanaan perpustakaan modern, seperti perpustakaan universitas nottingham, perpustakaan universitas st andrew, dan perpustakaan universitas teknologi loughborough, semua di united kingdom.